Pages

Ads 468x60px

Thursday, 2 October 2014

Manusia Purba di Indonesia

Manusia Purba di Indonesia

Manusia purba Indonesia adalah manusia purba yang berada di Indonesia.



Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, yaitu:

1. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)


Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Fosil ini ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.


Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
  1. Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal.
  2. Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol.
  3. Tinggi sekitar 165–180 cm.
  4. Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya).
  5. Memiliki rahang bawah yang kuat.
  6. Memiliki tulang pipi yang tebal.
  7. Tulang belakang menonjol dan tajam.
  8. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.


2. Meganthropus Paleojavanicus



Meganthropus (Manusia Besar)

Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat , geraham-gerahamnya menunjukan corak-corak kemanusiaan, tetapi banyak pula sifat keranya. Manusia ini belum memiliki dagu namun perawakannya diperkirakan tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup pada masa Plistosen Bawah yaitu sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.


Ciri–Ciri Meganthropus Paleojavanicus

  1. Memiliki tulang pipi yang tebal
  2. Memiliki otot kunyah yang kuat
  3. Memiliki tonjolan kening yang mencolok
  4. Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  5. Tidak memiliki dagu
  6. Memiliki perawakan yang tegap
  7. Memakan jenis tumbuhan

3. Homo

Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.

Manusia Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia.

Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman. 
Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300 cc.

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.
  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna
  • muka lebar dengan hidung yang lebar;
  • mulutnya menonjol;
  • bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
  • berat badan 30–150 kg;
  • hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.
Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian.

 

Hasil Budaya

  • Pithecanthropus Erectus
  1. Kapak perimbas
  2. Kapak penetak
  3. Kapak gengam
  4. Pahat gengam
  5. Alat serpih
  6. Alat-alat tulang
  • Homo Soloensis
  1. Kapak gengam / Kapak perimbas
  2. Alat serpih
  3. Alat-alat tulang
  4. Alat-alat zaman dahulu

Sumber wikipedia.org
sumber http://sejarahkelasx.blogspot.com

 

0 komentar:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates