Pages

Ads 468x60px

Wednesday, 24 September 2014

Patung dan Monumen di Jakarta

Patung dan Monumen di Jakarta






1. Patung Dirgantara (Patung Pancoran)
Parung Dirgantara  Lokasi : Pancoran
Patung ini mempunyai beberapa nama samaran seperti Patung Pancoran (karena letaknya di Pancoran), Padahal  namanya, Patung DIrgantara, patung ini sebenarnya adalah untuk menggambarkan keperkasaan kekuatan digantara negara kita. Seperti kebanyakan patung di Jakarta, Patung Dirgantara juga dikerjakan oleh seniman Edhi SUnarso.
Patung ini terbuat dari perunggu, mempunyai berat 11 Ton dan terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing potongan beratnya 1 ton.
Tangan patung ini sebenarnya menunjuk ke arah utara tempat Bandar Udara Internasional Kemayoran, yang merupakan bandara internasional pertama yang dimiliki Jakarta. Selain itu lokasinya memang dekat dengan Markas Besar Angkatan Udara yang berada di selatannya. Sebelah tenggaranya terdapat di Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma. Dari cerita yang beredar Bung Karno harus merelakan menjual mobilnya untuk membiayai pembangunan patung ini.


2. Patung Selamat Datang


 

Lokasi: Bundaran Hotel Indonesia

Patung (tugu) Selamat Datang dibangun untuk menyambut para peserta SEA Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Patung ini dibangun persis di atas air mancur di depan Hotel Indonesia. Sketsa awalnya dibuat oleh Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta yang juga seorang seniman lukis. Pengerjaannya dilakukan oleh Edhi Sunarso seorang seniman patung dari Yogyakarta.
Patung berbahan perunggu ini dibuat menghadap utara kota Jakarta yang memang pada saat itu menjadi pusat bisnis, perdangangan dan jalur masuk pendatang dari pelabuhan. Air mancur yang mengelilingi patung ini sebenarnya memiliki lima formasi yang melambangkan ideologi Republik Indonesia yakni Pancasila.


3. Patung Pahlawan (Tugu Tani)


Lokasi: Jl. Prapatan, Jakarta Pusat

Dilambangkan dengan seorang laki-laki yang menyandang senapan dan minta restu sama wanita di sisinya untuk maju ke medan perang, patung ini dibuat sebagai penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Orang-orang aja yang nyebut patung Pak Tani karena doi pake caping.
Ide pembuatan patung dilontarkan Pak Karno yang abis dari Moskow dan terkesan dengan patung-patung di sana. Maka, dibuatlah patung oleh seniman bernama Rusia Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Patung yang berasal dari tembaga ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut. Di tahun 1963, patung diresmikan dengan tulisan “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar.
Populer dengan panggilan Tugu Tani, Patung Tani, Patung Pak Tani. Nama asli patung ini adalah Patung Pahlawan. Karena patung ini memakai caping, maka disebutlah dengan Patung (tugu) Tani.
Pengerjaan patung perunggu ini dikerjakan di Rusia

4.Patung Pemuda Membangun

Lokasi: Bundaran Senayan

Api yang diangkat melambangkan semangat pembangunan yang tak pernah padam. Dulunya, patung yang entah mengapa digambarkan hanya pakai seperti celana sobek-sobek itu direncanakan untuk diresmikan saat hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971. Tapi karena belum kelar, jadinya diresmikan pada bulan Maret 1972.Berbeda dengan patung yang dibangun pada saat era Sukarno yang menggunakan perunggu, patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972.
Patung ini menggambarkan seorang pemuda dengan semangat menyala-nyala membawa obor. Dari jauh patung ini terlihat bagai tanpa busana, guratan-guratan urat dan gumpalan otot ditonjolkan untuk mendukung ekspresi gerak dari tokoh pemuda. Sedangkan makna obor ialah sebagai penerang dan secara filosofis untuk menerangi hati yang gelap.

5. Patung Arjuna Wijaya/Patung Asta Brata
 Lokasi: Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat

Patung yang dibuat pada tahun 1987 ini menggambarkan sosok Arjuna dalam kisah perang Baratayudha. Adegan ini diambil pada saat Kresna (yang mengendalikan kereta kuda) dan Arjuna sedang melawan Adipati Karna. Delapan kuda yang menarik kereta melambangkan delapan falsafah hidup (Asta Brata) yang menjadi panutan Suharto pada masa itu. Asta Brata itu meliputi falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung itu nempel prasasti yang bertuliskan ‘Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.’
6. Patung Jenderal Sudirman
Lokasi: Jl. Jenderal sudirman, Jakarta Selatan

Patung berukuran 12 meter itu terdiri atas, tinggi patung 6,5 meter dan voetstuk atau penyangga 5,5 meter, terletak di kawasan Dukuh Atas, tepatnya depan Gedung BNI, di tengah ruas jalan yang membelah Jalan Sudirman dan berbatasan dengan Jalan Thamrin. Patung ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton Lokasi patung merupakan satu garis lurus yang berujung dari Patung Pemuda Membangun di Kebayoran sampai Tugu Monumen Nasional.

7. Patung Pangeran Diponegoro
 Lokasi: Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat

Patung ini sukses menggantikan patung tokoh wanita yang sebelumnya berada di tempat ini. Patung yang berdiri di hamparan bunga-bunga rambat yang didominasi warna hijau dan jingga dibagian pinggir. Dari kejauhan tampak jelas patung yang menggambarkan Pangeran Diponegoro sedang menunggangi seekor kuda. Terletak dipertemuan Jalan Diponegoro dengan Jalan Imam Bonjol. Diapit dua objek yaitu Gedung Bappenas dan Taman Suropati. Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tanggal 6 Desember 2005.

8.Monumen Perjuangan Jatinegara


Lokasi: Depan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur

Monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa-peristiwa perjuangan rakyat di Jakarta Timur pada umumnya dan Jatinegara pada khususnya. Berbagai peristiwa yang pernah terjadi merupakan rangkaian perjuangan di daerah-daerah, seperti Pasar Jangkrik (Pasar Macan), Paseban, Kampung Melayu, Pulomas, dsb. Ide pembuatan patung diprakarsai oleh Gubernur KDKI Jakarta saat itu Ali Sadikin.
Monumen dibangun di ujung Jl. Matraman pada pertemuan Jl. Jatinegara Barat dan Urip Sumoharjo dekat Gereja Eukomunia. Sedianya monumen ini akan dibangun di sekitar lokasi Viadek (viaduct) Jatinegara tetapi karena lokasi tidak memungkinkan, dialihkan di Jl. Matraman Raya.


9.Monumen Pembebasan Irian Jaya 




 Lokasi : Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Patung itu adalah Patung Pembebasan Irian Barat yang lebih beken disebut Patung Lapangan Banteng karena berada di dalam area Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Patung ini dibuat pada Tahun 1962, dimana pada saat itu bangsa Indonesia sedang berjuang untuk membebaskan wilayah Irian Barat (Irian Jaya, kemudian sekarang menjadi Papua) dari tangan Penjajah (Belanda). Patung ini tercipta atas ide Bung Karno pada saat Beliau sedang pidato di Yogyakarta dalam menggerakan massa untuk membantu membebaskan saudara-saudaranya di Irian Barat. Yang kemudian diterjemahkan oleh Henk Ngatung dalam bentuk sketsa.
Bentuk patung ini menggambarkan seseorang yang telah bebas dari belenggu (Penjajah Belanda). Patung itu terbuat dari perunggu dengan berat 8 ton, berdiri di atas tugu berbentuk palang tinggi kokoh setinggi 15 meter. Tinggi patung dari kaki hingga kepala adalah 9 meter atau tinggi keseluruhan sampai ujung tangan kurang lebih 11 meter. Patung ini diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1963.
10. Monumen Proklamator Soekarno-Hatta 



Lokasi: Taman Proklamasi, Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat
Monumen ini dibangun sebagai peringatan kepada dua proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan M. Hatta. Pembuatannya dilaksanakan pada bulan November 1979-1980 oleh beberapa pematung diantaranya: Ir. Budiono Soeratno, I Sardono Sugiyo, Y. Sumartono, Drs. Nyoman, dan G. Sidarta Sugiyo. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1980 diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto

 11.  Patung  Ismail Marzuki.




 
Sedang di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang populer disebut Taman
Ismail Marzuki (TIM) berlokasi dijalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, dan merupakan sebuah pusat kesenian dan kebudayaan, juga dihiasi oleh patung kepala Ismail Marzuki. Di sini terletak Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Selain itu, TIM juga memiliki enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop.
Ismail Marzuki adalah seniman yang memiliki reputasi internasinal. Tapi belum ada satu pun nama jalan yang mengabadikan namanya. Pernah ada usulan agar Jalan Cikini atau Jl Parapatan diubah jadi Jl Ismail Marzuki.

12. Patung Chairil Anwar


 

  Patung Chairil Anwar
 Lokasi : Lapangan Monas, Jakarta Pusat


  Ada pula beberapa batung pahlawan di seputaran taman Monumen Nasional (Monas). Salah satunya adalah patung Chairil Anwar, yang dibuat oleh Arsono.

 13. Monumen Nasional ( MONAS )



Monumen Nasional terletak di pusat Jakarta, di depan Istana Negara dan dalam area gedung-gedung kantor pemerintahan. Pembangunan menara ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno dengan Soedarsono dan Silaban sebagai arsiteknya dalam rangka menunjukkan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia, dilambangkan sebagai obor dengan api yang menyala-nyala di atasnya, monumen ini juga melambangkan lingga dan yoni yang merupakan perwujudan kesuburan tanah air Indonesia, atau juga melambangkan alu dan lumpang (penumbuk padi) juga perwujudan kesuburan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Pembangunan selesai pada tanggal 12 Juli 1975 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Tinggi menara ini 137 meter, nyala api yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dilapisi emas seberat 35 kilogram, bentuk piringan persegi dibawahnya berukuran lebar 45 X 45 meter dan tinggi 17 meter, dan ruangan Sejarah Nasional di dalamnya mempunyai tinggi langit-langit 8 meter.

14. Monumen Pahlawan Revolusi / Monumen Pancasila Sakti




Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Sumur tua itu berdiameter 75 Cm.
Museum yang diresmikan pada 1 Oktober 1992 oleh Presiden Soeharto ini, menceritakan peristiwa-peristiwa PKI dalam bentuk diorama, yaitu penyajian tiga dimensi yang berjumlah 34 diorama.
Di Monumen Pancasila Sakti  juga terdapat 9 buah diorama mulai dari rapat persiapan pemberontakan sampai dengan tindak lanjut pelarangan PKI, yakni rumah pos komando, rumah tempat penyiksaan, dan dapur umum.
Ketujuh pahlawan revolusi tersebut adalah :
• Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
• Mayjen TNI R. Suprapto
• Mayjen TNI M.T. Haryono
• Mayjen TNI Siswondo Parman
• Brigjen TNI DI Panjaitan
• Letnan Satu.Pierre Andreas Tendean,
• Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo


15.  Patung MH Thamrin


 
 Patung MH Thamrin memiliki tinggi 4,5 meter dan pondasi setinggi 2,5 meter. Materi patung terbuat dari perunggu, yang dibuat dalam kurun waktu enam bulan lamanya. Awalnya patung ini akan dibangun mirip dengan patung Jenderal Sudirman yang terletak di tengah median jalan, namun karena tidak memungkinkan, akhirnya patung MH Thamrin dibangun di kawasan Bundaran Bank Indonesia.



2 komentar:

  1. salam hangat dari kami ijin menyimak gan, dari kami pengrajin jaket kulit

    ReplyDelete
  2. Salam, kami dari LSM padebooks meminta izin untuk menggunakan dan sedikit memodifikasi digital foto monumen pancasila sakti anda pada salah satu artikel kami tentang pancasila. Tentu saja, kredit link ke blog ini akan disertakan pada artikel kami tersebut. Jika anda tidak berkenan, dapat menghubungi kami. terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates